Tidak semua kebutuhan pemeriksaan harus dijawab dengan audit penuh. Ada kalanya pihak lain hanya ingin memastikan hal tertentu, misalnya apakah dana hibah dipakai sesuai anggaran, atau apakah penjualan ke distributor sesuai data sistem. Untuk kebutuhan seperti ini, akuntan publik menawarkan perikatan prosedur yang disepakati atau agreed-upon procedures (AUP). Di Indonesia, perikatan ini mengacu pada standar jasa terkait SPJ 4400.
Perbedaan Utama AUP dan Audit
| Aspek | Audit | AUP |
|---|---|---|
| Tujuan | Opini atas laporan keuangan secara keseluruhan | Melaporkan temuan faktual atas prosedur tertentu |
| Ruang lingkup | Ditentukan auditor berdasarkan risiko | Disepakati bersama klien dan pengguna laporan |
| Hasil | Opini auditor | Daftar prosedur dan temuan, tanpa opini atau kesimpulan |
| Pengguna | Umum | Pihak yang menyepakati prosedur |
| Waktu dan biaya | Lebih panjang | Biasanya lebih singkat, tergantung jumlah prosedur |
Karena tidak memberi opini, laporan AUP tidak bisa menggantikan laporan audited jika suatu aturan mewajibkan audit.
Contoh Penggunaan AUP
- PMA dan induk luar negeri. Induk ingin memastikan saldo kas, piutang tertentu, atau biaya manajemen anak usaha di Indonesia, tanpa menunggu audit tahunan.
- Program pemerintah dan donor. Penerima dana hibah, bantuan, atau proyek kerja sama diminta membuktikan bahwa pengeluaran sesuai anggaran dan didukung bukti.
- Mitra prinsipal. Prinsipal merek meminta distributor membuktikan klaim promosi, rebate, atau data penjualan per wilayah.
- Bank. Bank meminta pemeriksaan atas daftar piutang yang dijaminkan, persediaan, atau kepatuhan terhadap rasio tertentu dalam perjanjian kredit.
- Waralaba dan royalti. Pemberi waralaba ingin memastikan omzet gerai yang menjadi dasar royalti.
Cara Menyusun Prosedur yang Baik
- Mulai dari pertanyaan pengguna laporan. Apa yang sebenarnya ingin mereka ketahui?
- Tulis prosedur yang spesifik dan terukur, misalnya mencocokkan 100 faktur dengan surat jalan dan bukti bayar.
- Hindari prosedur yang meminta penilaian subjektif, seperti menilai apakah biaya wajar.
- Tetapkan periode, populasi, dan cara memilih sampel.
- Sepakati siapa saja yang boleh menerima laporan.
Kapan AUP Bukan Pilihan Tepat
Jika bank, regulator, atau undang-undang meminta opini atas laporan keuangan, AUP tidak cukup. Begitu juga jika pengguna ingin keyakinan menyeluruh atas kondisi keuangan perusahaan. Dalam situasi itu, pilihannya adalah audit atau review. AUP paling efektif untuk pertanyaan yang sempit dan jelas.
Satu catatan lagi: prosedur harus disepakati di awal dan tertulis dalam surat perikatan. Mengubah prosedur di tengah pekerjaan biasanya menambah waktu dan biaya.
Isi Laporan AUP
Laporan AUP biasanya memuat tujuan perikatan, pihak yang menyepakati prosedur, daftar prosedur yang dilakukan, dan temuan faktual untuk setiap prosedur. Misalnya, dari 100 faktur yang diperiksa, 97 cocok dengan surat jalan dan 3 tidak ditemukan dokumen pendukungnya. Laporan tidak menyimpulkan apakah angka itu baik atau buruk. Pengguna laporan sendiri yang menarik kesimpulan. Karena itu, temuan yang jelas dan terukur jauh lebih berguna daripada uraian panjang. Laporan juga biasanya mencantumkan pembatasan penggunaan, sehingga tidak boleh diedarkan ke pihak lain tanpa persetujuan.
Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami: jenis usaha, tahun buku yang diperlukan, dan untuk keperluan apa laporan itu dipakai. Konsultasi awal gratis. Kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala dan kebutuhan Anda.