Dalam seminar nasional dan Munas asosiasi BPR pada pertengahan Oktober 2026, OJK kembali menegaskan dorongan konsolidasi BPR dan BPRS. OJK menyatakan akan konsisten menerapkan ketentuan modal inti minimum. Data yang dipaparkan menunjukkan rentang modal inti BPR sangat lebar, dari minus Rp18 miliar hingga Rp1,3 triliun, dan masih ada BPR serta BPRS dengan modal inti di bawah Rp6 miliar.
Relaksasi untuk Mempermudah Merger
- Penyederhanaan dokumen administrasi bagi calon BPR hasil merger dan para pemegang sahamnya.
- Setoran modal dalam bentuk aset tetap, seperti tanah dan bangunan, dengan syarat tertentu.
- Kelonggaran perhitungan CKPN berdasarkan SAK EP.
- Kelonggaran ketentuan agunan yang diambil alih (AYDA) dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah.
OJK juga mencatat kredit UMKM perbankan per Agustus 2026 mencapai Rp1.529,38 triliun, tumbuh 2,32 persen secara tahunan. BPR diharapkan tetap menjadi penopang pembiayaan UMKM di daerah.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham BPR
Relaksasi ini membuka jalan bagi pemilik BPR kecil yang selama ini sulit menambah modal tunai. Namun setiap kelonggaran tetap membutuhkan dokumen pendukung yang kuat.
| Relaksasi | Yang Perlu Disiapkan |
|---|---|
| Setoran modal berupa tanah dan bangunan | Penilaian independen oleh KJPP, bukti kepemilikan yang bersih |
| Kelonggaran CKPN | Data kualitas kredit yang akurat dan kebijakan akuntansi yang terdokumentasi |
| Kelonggaran AYDA | Daftar AYDA, nilai terkini, dan rencana penjualan |
| Penyederhanaan dokumen | Laporan keuangan audited masing-masing BPR peserta merger |
Langkah Praktis Menuju Merger
- Audit laporan keuangan terbaru setiap BPR yang akan bergabung, agar posisi modal dan kualitas aset bisa dibandingkan secara adil.
- Nilai saham dan aset untuk menentukan rasio tukar. Penilaian dari KJPP membantu menghindari sengketa antarpemegang saham di kemudian hari.
- Bersihkan kredit bermasalah sejauh mungkin sebelum negosiasi.
- Rancang struktur organisasi dan sistem informasi bank hasil merger sejak awal.
Bagi pengusaha yang menjadi debitur BPR, konsolidasi ini bisa membawa BPR dengan plafon lebih besar. Laporan keuangan yang rapi akan memudahkan Anda memanfaatkan kapasitas baru itu.
Catatan Atas Setoran Modal Berupa Aset
Setoran modal dalam bentuk tanah atau bangunan perlu dicatat pada nilai yang wajar. Nilai yang terlalu tinggi akan membuat modal inti terlihat kuat di atas kertas, tetapi berisiko dikoreksi oleh auditor atau pengawas. Selain penilaian KJPP, pastikan aset tersebut bebas sengketa, bebas jaminan, dan sudah siap dibalik nama ke BPR. Pajak atas pengalihan aset juga perlu dihitung sejak awal agar tidak menjadi biaya kejutan.
Relaksasi bersifat membantu, bukan menggantikan kewajiban memenuhi modal inti minimum. Pemilik yang memanfaatkannya tetap perlu rencana permodalan jangka menengah setelah merger selesai.
Pengurus BPR juga perlu menyiapkan komunikasi yang jelas kepada nasabah dan karyawan. Merger yang dijelaskan dengan baik menjaga kepercayaan penyimpan dana, yang menjadi sumber likuiditas utama BPR. Rencana integrasi sistem dan prosedur kredit sebaiknya disusun bersamaan dengan dokumen merger.
Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan kebutuhan dan skala perusahaan Anda.