Pemerintah mengumumkan skema baru Kredit Usaha Rakyat untuk 2026 dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 17 November 2025. Perubahan terbesar ada pada bunga. Jika sebelumnya debitur yang mengajukan KUR untuk kedua, ketiga, dan keempat kalinya dikenai bunga bertingkat sampai 9 persen, kini semua debitur mendapat bunga tetap 6 persen. Anggaran yang disiapkan disebut sekitar Rp300 triliun, di luar program kredit perumahan.
Apa Saja yang Berubah
- Bunga seragam 6 persen untuk pengajuan pertama maupun berikutnya.
- Batas jumlah pengajuan dihapus. Sebelumnya debitur dibatasi empat kali, kini pengajuan berulang tidak lagi dibatasi, terutama untuk sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan ekspor.
- Tiga kelompok plafon: di bawah Rp10 juta, Rp10 juta sampai Rp100 juta, serta Rp100 juta sampai Rp500 juta.
- Porsi sektor produksi ditingkatkan, dengan target sekitar 65 persen penyaluran untuk 2026.
Sebagai gambaran, realisasi KUR 2025 hingga pertengahan November disebut sekitar Rp238 triliun atau 83 persen dari alokasi tahun itu.
Artinya bagi Pemilik Usaha
Bagi pelaku usaha kecil, skema ini membuat biaya pinjaman lebih ringan dan lebih bisa diprediksi. Namun ada batas yang perlu disadari. Plafon KUR tertinggi tetap Rp500 juta per debitur. Usaha yang sudah beraset beberapa miliar rupiah, dengan kebutuhan modal kerja di atas itu, cepat atau lambat harus pindah ke kredit komersial.
Di titik inilah banyak usaha tersendat. Untuk KUR, bank biasanya cukup melihat usaha berjalan, rekening, dan dokumen sederhana. Untuk kredit komersial bernilai miliaran, analis kredit meminta laporan keuangan lengkap, kadang yang sudah diaudit, plus proyeksi arus kas selama tenor.
Bersiap Naik Kelas dari KUR
Gunakan masa KUR yang murah ini untuk merapikan fondasi keuangan. Langkah praktisnya:
- Pisahkan rekening usaha dan pribadi. Ini syarat dasar agar arus kas usaha bisa dibaca bank.
- Mulai pembukuan bulanan yang menghasilkan neraca, laba rugi, dan arus kas. Jasa kompilasi dari Kantor Jasa Akuntansi bisa membantu jika tim internal belum siap.
- Samakan angka di laporan keuangan, SPT, dan rekening koran. Perbedaan yang tidak bisa dijelaskan sering menjadi alasan pengajuan ditolak.
- Siapkan audit ketika plafon yang dituju sudah menengah ke atas. Banyak bank meminta laporan audited dari KAP yang masuk daftar rekanannya.
- Nilai agunan sejak awal. Untuk kredit besar, bank umumnya meminta penilaian dari KJPP rekanan.
Catatan Risiko
Penghapusan batas pengajuan berarti debitur bisa terus mengandalkan KUR. Ini nyaman, tetapi jangan sampai menunda pembenahan laporan keuangan. Ketika usaha butuh dana besar secara mendadak, misalnya untuk proyek atau ekspansi, waktu menyiapkan laporan yang layak dibaca bank bisa memakan beberapa bulan.
Perbedaan KUR dan Kredit Komersial
| Aspek | KUR | Kredit Komersial |
|---|---|---|
| Plafon | Sampai Rp500 juta | Miliaran rupiah, sesuai kemampuan bayar |
| Bunga | Tetap 6 persen per tahun | Mengikuti pasar dan profil risiko |
| Dokumen keuangan | Sederhana | Laporan keuangan lengkap, sering audited |
| Agunan | Terbatas | Umumnya dinilai oleh penilai independen |
Usaha yang sudah menyiapkan dokumen untuk kolom kanan sejak dini akan lebih cepat ketika kesempatan ekspansi datang. Bank juga cenderung memberi syarat yang lebih baik kepada debitur yang riwayat laporannya konsisten dari tahun ke tahun.
Ceritakan kondisi usaha Anda kepada kami. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan kebutuhan dan skala perusahaan Anda.