Pertanyaan pertama auditor atau analis kredit sering sederhana: laporan keuangan ini disusun dengan standar apa? Di Indonesia ada tiga pilihan utama untuk perusahaan, yaitu SAK EMKM, SAK Entitas Privat (SAK EP), dan SAK Indonesia. Memilih standar yang tepat menentukan isi laporan, tingkat pengungkapan, dan seberapa mudah laporan diterima oleh bank atau investor.
Status Terbaru: SAK EP Sudah Berlaku
SAK EP disahkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI pada 2021 dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2025. SAK EP menggantikan SAK ETAP. Artinya, perusahaan yang sebelumnya memakai SAK ETAP sudah harus beralih ke SAK EP untuk laporan tahun buku 2025 dan seterusnya. SAK EP ditujukan bagi entitas tanpa akuntabilitas publik yang menerbitkan laporan keuangan untuk pengguna eksternal, misalnya kreditur dan pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan.
Perbandingan Singkat Ketiga Standar
| Aspek | SAK EMKM | SAK EP | SAK Indonesia |
|---|---|---|---|
| Pengguna | Usaha mikro, kecil, dan menengah | Entitas privat tanpa akuntabilitas publik | Entitas dengan akuntabilitas publik, atau yang memilihnya |
| Laporan minimum | Posisi keuangan, laba rugi, CALK | Set lengkap termasuk arus kas dan perubahan ekuitas | Set lengkap dengan pengungkapan paling luas |
| Pengukuran | Biaya historis | Lebih sederhana dari SAK Indonesia | Termasuk nilai wajar dan model yang lebih kompleks |
Siapa yang Wajib Memakai SAK Indonesia
Entitas dianggap memiliki akuntabilitas publik bila instrumen utang atau ekuitasnya diperdagangkan di pasar publik atau sedang dalam proses untuk itu. Kategori lain adalah entitas yang mengelola aset dalam kapasitas fidusia untuk banyak pihak sebagai usaha utama, seperti bank, asuransi, dan perusahaan efek. Perusahaan terbuka dan perusahaan yang sedang menyiapkan IPO perlu memakai SAK Indonesia.
Perlu dicatat, SAK Indonesia juga terus berubah. Penomoran PSAK sudah diperbarui sejak 2024, misalnya standar penyajian laporan keuangan kini bernomor PSAK 201. Mulai 1 Januari 2027, PSAK 118 tentang penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan menggantikan PSAK 201, dengan kategori laba rugi dan subtotal baru.
Cara Memilih untuk Perusahaan Anda
- Usaha kecil dengan transaksi sederhana: SAK EMKM cukup untuk kebutuhan internal dan kredit kecil. Namun, bank untuk plafon besar umumnya lebih nyaman dengan laporan yang lebih lengkap.
- Perusahaan menengah hingga besar yang tidak go public: SAK EP biasanya paling tepat. Laporan lebih lengkap, tetapi tidak seberat SAK Indonesia.
- Perusahaan yang menyiapkan IPO, obligasi, atau anak usaha grup terbuka: pakai SAK Indonesia agar tidak perlu menyusun ulang saat proses pendanaan.
Pertimbangkan juga rencana tiga tahun ke depan. Berpindah standar di tengah jalan berarti menyajikan ulang angka pembanding, dan itu menambah pekerjaan saat audit.
Dampak Peralihan dari SAK ETAP
Perusahaan yang baru beralih dari SAK ETAP perlu meninjau kebijakan akuntansinya, terutama untuk pengakuan pendapatan, sewa, instrumen keuangan, dan penurunan nilai. Angka tahun sebelumnya juga perlu disesuaikan agar sebanding. Diskusikan dampaknya dengan auditor sebelum tutup buku, bukan setelah laporan selesai.
Ceritakan kondisi usaha dan kebutuhan laporan keuangan Anda kepada kami. Konsultasi awal gratis, dan kami bantu pilihkan kantor berizin yang sesuai dengan skala serta tujuan perusahaan Anda.